top of page

Perjalanan Susu ke Indonesia dari Konsumsi hingga Industri

Orang Eropa mendirikan peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan susu segar. Berperan dalam kebiasaan minum susu penduduk dan industri susu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sejumlah sapi tengah memakan pakan ternak di peternakan sapi perah De Friesche Terp di kawasan Pasar Minggu, Batavia, 1934. (KITLV).

25 Jan 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 27 Apr

MINUM susu telah menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Minuman kaya nutrisi ini tak hanya baik dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Popularitas minuman ini terlihat dari inovasi dalam pengolahan maupun pemasaran produk susu.


Contohnya, bila dulu susu yang terkenal adalah susu sapi maupun kedelai, kini banyak sumber nabati yang diolah menjadi susu, seperti almond, oat, hingga beras. Kemajuan teknologi juga memungkinkan proses pengolahan susu lebih modern, sehingga menghasilkan susu UHT (ultra high temperature) yang saat ini beredar di pasaran dengan berbagai rasa dan ukuran.


Akan tetapi, berbeda dengan masa kini, di mana susu menjadi minuman yang banyak dikonsumsi dan tersedia dengan beragam variasi, masyarakat Indonesia di masa lalu tak banyak mengonsumsi susu. Rendahnya minat terhadap susu menarik perhatian Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page