- 10 Agu 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr
DUREN Tiga di Jakarta Selatan tengah menjadi sorotan. Pasalnya, di Kompleks Polri telah terjadi pembunuhan anggota polisi, Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Tempat kejadian perkaranya di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Sebanyak 31 anggota polisi diperiksa dan empat pelaku ditetapkan sebagai tersangka termasuk Ferdy Sambo.
Sembari mengikuti kasus ini, kiranya menarik juga mengetahui sejarah Duren Tiga. Selain Kompleks Polri, di kawasan itu juga terdapat Kompleks PLN, Kompleks Pertamina, dan Kompleks Pertambangan.
Ilya R. Sunarwinadi dalam “Penduduk Asli Betawi dan Industri Kecil,” majalah Widyapura, No. 4 Th. IV, Maret 1984, menjelaskan, Duren Tiga mulai menjadi daerah permukiman bagi kaum pendatang sekitar tahun 1955, ketika PLN berniat membangun kompleks perumahan bagi para pegawainya. Pihak perusahaan melalui makelar-makelar tanah mengadakan pendekatan pada penduduk Betawi agar mau menjual tanahnya. Meski tidak dipaksa, banyak juga yang menjual tanahnya dengan harga relatif murah Rp90 per meter persegi, ketika itu hanya cukup untuk membeli tiga liter beras.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















