top of page

Di Balik Terpilihnya Paus Leo XIV

Seperti Paus Fransiskus, suksesornya juga mengukir sejarah. Kardinal Robert Francis Prevost jadi Bapa Suci pertama asal Amerika dan mengambil nama Leo XIV.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Paus Leo XIV untuk pertamakali menyapa publik dari Balkon Basilika Santo Petrus. (X @VaticanNews).

9 Mei 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

PULUHAN ribu orang yang berkerumun di Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada Kamis (8/5/2025) petang waktu setempat bergemuruh saat mendengar bunyi lonceng dan melihat kepulan asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina. Tak berapa lama, Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti muncul dari balkon Basilika Santo Petrus dan memproklamirkan, “Anuntio vobis gaudium magnum. Hebemus Papam!” (artinya, dengan senang hati saya umumkan pada Anda semua. Kita memiliki seorang Paus!). 


Sekira 30 menit pasca-pengumuman oleh sang kardinal protodiakon, sosok yang paling ditunggu pun melangkah ke balkon basilika sembari tersenyum serta melambaikan tangan untuk menyapa ribuan orang yang menyambutnya gembira. Dialah Kardinal Robert Francis Prevost, yang terpilih sebagai Bapa Suci ke-267 dan memilih nama Leo XIV. Sepanjang sejarah, ia jadi Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat meski selama beberapa dekade mengabdikan dirinya di Peru.


“Semoga damai menyertai Anda semua! Marilah tetap dengarkan kaum yang lemah namun selalu lantang seperti suara Paus Fransiskus yang telah memberkati Roma dan dunia pada pagi Paskah. Izinkan saya meneruskan berkat itu. Terima kasih Paus Fransiskus! Kepada Gereja Roma, sebuah sapa yang istimewa: Kita harus bersama-sama menjadi gereja misionaris, membangun jembatan, dialog, selalu terbuka menerima semua orang seperti di lapangan ini, terbuka untuk semua yang membutuhkan kepedulian kita, kehadiran kita, dialog, cinta kasih. Kepada Anda semua di Roma, Italia, di dunia, kami ingin menjadi gereja yang sinodal, berjalan dan selalu mencari kedamaian, kepedulian, keintiman, terutama kepada mereka yang menderita,” ujar Paus Leo XIV dilansir Vatican News, Kamis (8/5/2025).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page