top of page

Korea Bersatu di Arena

Di tengah upacara pembukaan Asian Games nan megah, kontingen Korea mencuri perhatian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kontingen Korea Selatan dan Utara melebur jadi satu rombongan defile di bawah panji Unifikasi Korea. (INASGOC).

  • 21 Agu 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

LANGIT di atas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) cerah Sabtu (18 Agustus 2018) malam itu, seolah tersenyum mengiringi gempita upacara pembukaan Asian Games XVIII. Banyak orang, termasuk media asing, mengagumi upacara pembukaan itu yang oleh beberapa pihak dianggap melebihi pembukaan Piala Dunia 2018, Olimpiade Musim Panas 2016 Rio de Janeiro, dan Olimpiade Musim Dingin 2018 Pyeongchang.


Hal yang juga patut jadi perhatian lebih dalam adalah defile kontingen. Meski ada 45 negara yang terdaftar ikut, hanya 44 kontingen yang menyapa puluhan ribu penonton di stadion. Yang menarik, kontingen Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) melebur jadi satu rombongan dengan satu bendera: bendera Unifikasi Korea atau Korea Bersatu yang berwarna dasar putih dengan motif Semenanjung Korea berwarna biru di tengahnya.


Bendera itu diusung pebasket putri Korsel Lim Yung-hui dan pesepakbola Korut Ju Kyong-chol. Ketika rombongan mereka melintas di tengah arena, Perdana Menteri (PM) Korut Ri Ryong-nam dan PM Korsel Lee Nak-yong langsung berdiri, bergandengan tangan serta melambaikan tangan kepada kontingen. Selain kontingen tuan rumah, kontingen Korea yang mendapat sambutan paling ramai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page