top of page

Langkat Kembali Bergeliat

Kesultanan Langkat sempat terhenti di tangan rakyat karena revolusi sosial. Para pewaris takhta kembali menghidupkannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prosesi pemakaman Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rakhmat Shah bin Sultan Haji Musa. Tampak jenazahnya sedang diturunkan dari Istana Darul Aman, 1927. (KITLV).

13 Agu 2017
6 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul 2025

IRING-iringan kecil itu mulai bergerak dari Museum Langkat sekira pukul 9.30. Sri Paduka Duli Yang Mulia Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj berjalan paling depan. Di belakangnya, sejumlah pria berpakaian teluk belanga dan perempuan berbaju kurung mengikuti. Mereka menuju Masjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Utara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page