- 11 Sep 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
KISAH yang muncul selama masa Perang Dunia II tak hanya berkisar pada kontak senjata di palagan pertempuran atau adu ketangkasan para ilmuwan di laboratorium dalam mengembangkan teknologi militer canggih, tetapi juga peran jaringan intel dalam melancarkan perang urat syaraf atau psywar. Dalam dunia spionase, serangan tak kasat mata ini dipandang sebagai “senjata ampuh” untuk memukul lawan.
Perang urat syaraf yang dilancarkan secara rapi bisa menghasilkan dampak lebih besar dari gerakan sabotase. Seiring pecahnya Perang Dunia II pada akhir 1930-an, Nazi Jerman yang berambisi menguasai wilayah Eropa mulai melancarkan serangan ke sejumlah negara di Benua Biru. Setelah berhasil menduduki Denmark hingga Prancis pada Mei 1940, Jerman yang berada di bawah kepemimpinan Adolf Hitler mulai menyusun rencana melakukan invasi ke wilayah Inggris.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












