top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Suluh Bagi Perempuan

Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.

Oleh :
10 Mar 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sjamsiah Achmad (kedua dari kiri) bersama teman-temannya dalam pertemuan International House Alumni Association, New York, 1999. Foto: buku "Sjamsiah Achmad, Matahari dari Sengkang-Wajo".

  • Aryono
  • 11 Mar 2013
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

PERAYAAN lima tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Makassar, yang dihadiri Presiden Sukarno, berlangsung meriah. Di gedung gubernur Makassar, Sjamsiah Ahmad, yang berusia 17 tahun, mengenakan gaun putih dengan kancing berjumlah 17 pula. Tangannya menggenggam bendera merah-putih kecil. Dia berdiri berderet bersama siswa lain untuk menyambut Sukarno.


Sukarno berjalan di depan mereka. Ketika sampai di depan Sjamsiah, Sukarno berhenti dan berkata, “Namamu siapa?”


“Sjamsiah.”


“Tahu artinya?” tanya Sukarno. Sjamsiah menggeleng.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page