- 10 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 10 Jul
ATLET Aljazair Imane Khelif yang bertanding dalam cabang tinju Olimpiade Paris 2024 menjadi sorotan publik dunia. Kontroversi muncul ketika Khelif mengalahkan petinju Angela Carini dari Italia di babak 16 besar kelas welter putri hanya dalam waktu 46 detik. Ini kemudian memunculkan pro dan kontra, sebab tak sedikit orang yang meragukan identitas gender Khelif karena kekuatannya dianggap seperti pria.
Kontroversi itu mendorong sejumlah pihak angkat bicara. Pihak Aljazair membantah tudingan yang menyebut Khelif bukan wanita. Juru bicara International Olympic Committee (IOC), Mark Adams juga menegaskan bahwa tidak ada catatan mengenai transgender dalam riwayat sang atlet. Khelif sendiri menegaskan bahwa dia adalah wanita tulen. Pro dan kontra terkait jenis kelamin Khelif membuat Carini buka suara. Dia meminta maaf kepada Khelif atas kontroversi yang muncul setelah keduanya bertanding.
Keraguan terhadap identitas gender atlet wanita bukan kali ini saja terjadi. Di masa lalu, sejumlah atlet seperti Stella Walsh dan Helen Stephens juga pernah menjadi sorotan publik karena penampilan serta keahliannya di lapangan dianggap seperti laki-laki.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















