top of page

Kemenangan Tak Terduga Atlet Kanada di Olimpiade Los Angeles 1932

Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Atlet Atletik Kanada, Duncan McNaughton (1910-1998) berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi Olimpiade Los Angeles 1932. (Ellen Galford/X Olympiad).

  • 2 Agu 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

DUNCAN McNaughton sukses menorehkan sejarah bagi Kanada dalam Olimpiade 1932 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu atlet yang berhasil meraih medali emas. Kemenangan McNaughton semakin dramatis karena, selain tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik, ia juga pada awalnya tidak dilirik untuk bergabung dalam kontingen Kanada yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar di dunia itu.


McNaughton memang bukan atlet yang buruk, tetapi kemampuan dan prestasinya di nomor lompat tinggi dianggap kurang mentereng. Oleh karena itu, namanya tidak berada dalam daftar teratas atlet-atlet yang diperkirakan memiliki prospek besar meraih medali di Olimpiade.


Kendati demikian, atlet kelahiran Cornwall, Ontario, Kanadatahun 1910 itu tak putus asa. McNaughton mencoba meyakinkan sejumlah pihak yang meragukan kemampuannya. Menurut Ellen Galford dalam X Olympiad, salah satu cara yang dilakukan McNaughton adalah dengan meyakinkan mereka bahwa ia akan menjadi anggota tambahan yang sangat murah untuk kontingen Kanada.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
transparant.png
bottom of page