top of page

Cerita Penderita Kusta Jadi Mata-mata di Perang Dunia II (Bagian II-Selesai)

Josefina “Joey” Guerrero dianugerahi penghargaan tertinggi bagi warga sipil atas jasanya untuk Amerika Serikat di masa Perang Dunia II.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Josefina "Joey" Guerrero yang menderita penyakit kusta menjadi mata-mata bagi gerilyawan Filipina dan membantu tentara Amerika Serikat melawan Jepang dalam Perang Dunia II. (Wikimedia Commons).

3 Feb 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 7 Mei

PADA suatu malam di bulan Desember 1944, Joey sedang berbaring di tempat tidur ketika tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang semakin dekat. Wanita yang terlahir dengan nama Josefina Veluya –lalu dikenal sebagai Josefina Guerrero setelah menikah dengan mahasiswa kedokteran bernama Renato Maria Guerrero– di Filipina pada 5 Agustus 1917 itu terkejut saat mengintip dari jendela, sebuah mobil perwira Jepang berhenti di depan rumahnya di Ermita. Jantungnya berdegup kencang. Sejak beberapa waktu lalu ia menjadi buruan Kempeitai yang terkenal sangat kejam karena dicurigai sebagai mata-mata yang membantu gerilyawan Filipina dan militer Amerika Serikat.


Rekan-rekan gerilyawan meminta Joey untuk menghilang selama beberapa waktu. Namun, ketika pencarian terhadapanya mulai mengendur, ia kembali beraksi sebagai mata-mata. Tak lama setelah mengintip dari jendela, suara langkah kaki diikuti ketukan keras di pintu menyadarkan Joey dari kepanikan. Ia bertanya-tanya adakah yang mengadukannya ke pihak Jepang dan membocorkan informasi tempat tinggalnya kepada mereka. Ketika ketukan semakin keras, ia pun membuka pintu.


Begitu pintu dibuka, dua orang pria menerobos masuk ke dalam rumah Joey. Ternyata, kedua tamu tersebut bukan orang Jepang, melainkan seorang gerilyawan Filipina dan perwira Amerika. Mereka meminta izin untuk menyimpan “ban cadangan”, yang sebenarnya adalah bahan peledak rakitan, di rumahnya. Bahan peledak itu kemudian digunakan gerilyawan Filipina untuk menyerang titik-titik pertahanan dan fasilitas milik Jepang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page