top of page

Kisah Putri Bangsawan India Jadi Mata-mata Inggris (Bagian I)

Noor Inayat Khan disusupkan Inggris ke Prancis sebagai mata-mata untuk melawan Nazi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Noor Inayat Khan tengah memainkan alat musik vina. (Sumber foto dari buku Noor-un-nisa Inayat Khan (Madeleine) karya Jean Overton Fuller).

20 Mar 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

“WANITA itu sangat pemberani. Dia benar-benar sangat pemberani. Yang paling mengesankan adalah dia memilih untuk meninggalkan Inggris, tempat tinggalnya, dan kembali ke Prancis –tempat dia dibesarkan– untuk berperang melawan Nazi bersama kami, dan untuk kami”.


Wanita itu adalah Noor Inayat Khan, operator nirkabel wanita pertama yang disusupkan Inggris ke Prancis pada masa Perang Dunia II. Selain keberaniannya, ketenangan dan keteguhan hatinya saat tertangkap Nazi, membuat musuhnya terkesan.


Wanita kelahiran Moskow, Rusia pada 1914 itu keturunan sultan pejuang. Dari garis ayah, Noor adalah cicit dari Tipu Sultan yang berjuluk Harimau dari Mysore, penguasa muslim terakhir di India bagian selatan pada abad ke-18. Sementara ayahnya, Hazrat Inayat Khan dikenal sebagai musisi dan mistikus.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page