- 10 Okt 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 13 Jan
MALAM itu, 15 April 1856, sebuah kapal yang bersandar di Pelabuhan Panama dijadwalkan berlayar menuju Amerika Serikat (AS). Namun, ombak besar membuat jadwal pelayaran kapal tersebut dibatalkan. Para penumpang yang telah berkumpul untuk naik ke atas kapal mulai meninggalkan pelabuhan. Beberapa di antaranya memanfaatkan penundaan pelayaran itu untuk membeli minuman di bar yang ada di kota.
Tak ada yang berbeda di pusat kota Panama pada malam itu. Hotel dan restoran terisi penuh, sementara sejumlah bar tampak sibuk melayani tamu-tamu yang terus berdatangan. Para penjual buah-buahan, minuman ringan, dan lain-lain juga sibuk memenuhi permintaan yang ada.
Hiruk-pikuk di kota tersebut berubah menjadi mencekam ketika seorang pelancong asal AS bernama Jack Oliver mengambil sepotong semangka dari kios pedagang lokal bernama José Manuel Luna. Setelah mencicipi semangka yang diambilnya, Oliver yang tengah dalam keadaan mabuk segera melemparkannya ke tanah dan menolak untuk membayar harga yang diminta oleh Luna. Sikap Oliver membuat sang pedagang buah tak terima hingga memicu perkelahian di antara keduanya. Tak butuh waktu lama hingga perkelahian itu menarik perhatian sejumlah pasang mata yang berkumpul di dekat kios milik Luna. Keadaan semakin memburuk ketika suara tembakan terdengar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















