- 4 Jun 2010
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Jan
PERAYAAN Natal 1989 datang lebih awal di Gedung Putih. Malam, pada 19 Desember, Presiden George Herbert Walker Bush menyambut hangat tamu-tamunya. Dia tak terlihat lelah meski beberapa jam sebelumnya dia rapat serius dengan para pembantu dekatnya. Selesai acara dia masuk kamar.
Keesokan harinya, pukul 07.00, televisi di AS menayangkan pernyataan presiden perihal serangan AS ke Panama dini hari lewat “Operation Just Cause”. Tujuan operasi: menangkap diktator Jenderal Noriega yang dituding telah dan terus melakukan kejahatan seperti penyelundupan obat terlarang, pemerasan, pembunuhan, dan pencucian uang. Dan perintah itu Bush keluarkan di kamarnya usai perayaan Natal itu. Nasib Noriega di ujung tanduk.
Manuel Antonio Noriega lahir di Panama City, 11 Februari 1934, anak seorang akuntan yang menikahi pembantu rumah tangganya. Noriega masuk sekolah bergengsi National Institute. Lalu mendapat beasiswa di Akademi Militer Peru dan lulus tahun 1962. Kembali ke Panama, dia masuk National Guard dengan pangkat pembantu letnan. Noriega bertugas di Komando (distrik) Chiriqui, provinsi terbarat Panama.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















