top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ketika Pangeran Inggris Jadi Korban Pencurian

Kejadian tidak menyenangkan dialami Pangeran George dari Inggris. Ia menjadi korban pencurian saat berkunjung ke Buenos Aires, Argentina.

26 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pangeran George dari Inggris (tengah) ketika berkunjung ke pameran perdagangan Inggris di Buenos Aires, Argentina. (De Sumatra Post, 1 Mei 1931).

  • 26 Des 2023
  • 2 menit membaca

PENCURIAN tak hanya menyasar masyarakat biasa. Bila ada kesempatan orang penting seperti keluarga kerajaan pun dapat menjadi target perampokan. Kejadian tak menyenangkan ini pernah dialami Pangeran George dari Inggris ketika mengunjungi Argentina. Perjalanan ke salah satu negara di Amerika Selatan itu pun menjadi pengalaman tak terlupakan.


Mulanya kunjungan berlangsung lancar. Surat kabar The New York Times, 5 Maret 1931, melaporkan kedatangan Pangeran Edward yang bergelar Prince of Wales (kelak menjadi raja Britania Raya, Edward VIII) dan Pangeran George di Mar del Plata, Argentina disambut meriah oleh masyarakat. Kerumunan orang berdiri di tengah hujan selama berjam-jam demi menyambut kedua pangeran Inggris itu.



Kemeriahan juga terlihat di berbagai sudut kota Mar del Plata yang dihiasi dengan bendera Argentina dan Inggris. Hotel-hotel di tepi pantai pun penuh sesak karena warga antusias untuk berpartisipasi dalam acara makan malam dan tarian yang akan disuguhkan kepada Pangeran Edward dan Pangeran George.


Setelah itu, anggota Kerajaan Inggris tersebut dijadwalkan bertemu dengan Presiden Argentina Jose Felix Uriburu di Buenos Aires.


“Setelah dua hari di Buenos Aires, para pangeran akan kembali ke Mar del Plata dan tinggal hingga tanggal 13 Maret, kemudian mereka akan kembali ke Buenos Aires untuk menghadiri pembukaan pameran perdagangan pada 14 Maret,” tulis The New York Times.



Di sela-sela kunjungan ke Buenos Aires itulah Pangeran George menjadi target pencurian. Peristiwa itu terjadi ketika kedua pangeran sedang menikmati jamuan makan malam pada 14 Maret 1931.


“Ketika Pangeran Wales dan Pangeran George tengah menikmati jamuan makan malam di Buenos Aires, para pencuri masuk ke kamar tidur Pangeran George di gedung Kedutaan Besar Inggris dan mengobrak-abriknya,” tulis De Locomotief, 1 April 1931. Para pencuri menggasak perhiasan berharga milik sang pangeran.



De Limburger, 3 April 1931 melaporkan pencurian yang dialami oleh Pangeran George baru diketahui beberapa hari kemudian.


“Sekarang polisi Buenos Aires menginformasikan bahwa mereka telah berhasil menemukan kembali perhiasan-perhiasan tersebut. Perhiasan-perhiasan itu akan dikirimkan kepada Pangeran George, yang saat ini sedang berada di Brasil,” lapor surat kabar tersebut.


Polisi juga berhasil menangkap pelaku pencurian. Sejumlah surat kabar ramai melaporkan bahwa pelakunya seorang pemuda Argentina dari kalangan terpandang, namun tak ada informasi lebih lanjut mengenai identitas sang pelaku.



Sementara itu, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, 6 Mei 1931, memberitakan bahwa pelakunya adalah seorang yang telah diperkenalkan kepada sang pangeran sehari sebelum kejadian, dan telah menerima potret Pangeran George yang telah ditandatangani.


“Tidak diragukan lagi, pencuri tersebut akan dihukum berat jika Pangeran George tidak meminta agar kasus ini tidak dilanjutkan. Dia pikir dia telah menghukum pria itu cukup berat dengan membuatnya mengembalikan potret itu,” tulis surat kabar tersebut.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page