top of page

Pukulan KO Berujung Kerusuhan di Hari Kemerdekaan

Akibat jawara kulit putih tumbang di atas ring, kaum kulit hitam jadi sasaran dalam kerusuhan rasial di Hari Kemerdekaan Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Petinju Afro-Amerika John Arthur Johnson (kanan) menganvaskan petinju kulit putih James Jackson Jeffries. (Nevada Boxing Hall of Fame).

4 Jul 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Mei

“FIGHT of the Century”, begitu label sebuah duel akbar tinju kelas berat antara jawara kulit hitam Jack Johnson kontra petinju kulit putih James J. Jeffries di kota Reno, Nevada, Amerika Serikat pada 4 Juli 1910. Duelnya memang digelar dalam hype Hari Kemerdekaan Amerika ke-134. Nahas, laganya justru memicu kerusuhan rasial di belasan kota lintas negara bagian.


Selain lebih dari 20 ribu penonton yang memadati arena buatan di jantung kota Reno dan jutaan warga lain di seantero negeri Paman Sam yang menyimaknya via laporan live telegraf jadi saksi mata. Semua tak ingin ketinggalan untuk melihat dan mendengar pertarungan yang bukan sekadar duel biasa itu, mengingat pertarungan Johnson vs. Jeffries terjadi di masa segregasi dan diskriminasi rasial sedang tegang-tegangnya.


Banyak masyarakat kulit putih tak terima dengan naik daunnya Johnson. Terutama setelah Johnson meraih gelar juara dunia kelas berat usai menang atas petinju kulit putih asal Kanada, Tommy Burns, di Sydney, Australia pada 26 Desember 1908. Kemenangan Johnson itu segera jadi kabar besar, terlebih pertarungan itu turut difilmkan dalam dokumenter The Burns-Johnson Fight (1908) garapan Charles Cozens Spencer yang menjadikan Johnson selebriti di kaum kulit hitam dan kulit berwarna di berbagai negeri di dunia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page