top of page

Sengkarut Tinju Pro

Ring tinju disemarakkan adu jotos para selebritas. Kapan kita punya juara dunia tinju lagi?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi tinju. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

18 Des 2022
13 menit membaca

SUASANA di lingkar dalam Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sore itu berangsur riuh. Beberapa orang, tua-muda, berolahraga jogging, jalan sehat, atau sekadar bikin konten. Lagu-lagu medley tradisional terdengar dari pengeras suara. Di area “Pintu Kuning” yang berada di antara Zona 10 dan 11, dengan suara lantang Nicholas “Nico” Thomas memberikan aba-aba. Pukulan keras menghantam target pad merah di tangannya. “Terus! Maju! Satu, dua, tiga, empat. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan!” seru Nico.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page