- 28 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 12 Jul 2025
MATA-mata memainkan peran penting di masa Perang Dunia II. Mereka bertugas menggali informasi rahasia terkait pertahanan maupun strategi dan rencana serangan musuh. Namun, bagaimana bila informasi yang diberikan oleh seorang spion sudah menjadi rahasia umum?
Spion itu bernama Bertrand Stuart Hoffman, seorang pemuda berusia 27 tahun yang bertugas di Angkatan Laut Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan Angkatan Laut AS, Hoffman yang pernah bekerja sebagai sopir truk di Detroit, berkenalan dengan seorang anggota organisasi spionase Jerman di wilayah tersebut. Majalah Minggu Pagi, 26 April 1953 menyebut organisasi itu dipimpin oleh Grace Buchanan-Dineen, seorang wanita berkebangsaan Hungaria lulusan sekolah spionase di Hamburg, Jerman, di bawah pimpinan Paul Krauss.
Mengutip surat kabar The New York Times, 25 Agustus 1943, Grace yang digambarkan sebagai “keturunan bangsawan Prancis yang menarik dan berpendidikan tinggi” direkrut oleh dinas spionase Nazi di Budapest pada 1941 oleh Sari de Hajek, seorang mantan mahasiswa pertukaran pelajar di Vassar College. Sari sendiri bersama suami, Gyula Rozinek, berada di Hungaria untuk membantu dinas spionase Jerman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















