- 11 Jan 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Feb
SEBUAH kapal kargo tiba di Timika, Papua pada September 1967. Kapal itu lalu mengeluarkan beberapa peti yang kemudian dibawa ke sebuah lapangan rumput di pantai. Peti-peti berisikan logam itu lalu dirakit.
Perakitan logam-logam dari peti-peti itu rupanya menjadi pemandangan menarik bagi orang-orang Komoro. Setiap hari, ada 200-an orang Komoro yang menonton para teknisi itu bekerja.
Yang dirakit orang asing itu ternyata sebuah pesawat helikopter tipe Bell 204 B, yang hanya bisa memuat dua orang saja, termasuk pilotnya. Tentu orang-orang Komoro belum pernah melihatnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












