- 16 Jun 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 8 Agu
DALAM pidato sambutannya di pembukaan Indo Defence 2025 Expo & Forum pada Rabu (11/6/2025) lalu, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pertahanan jadi jaminan terhadap kesejahteraan dan kedaulatan. Sejarah sudah membuktikannya. Saat masih dijajah, bangsa Indonesia kehilangan lebih dari Rp500 kuadriliun.
“Baru ada suatu riset beberapa minggu lalu yang menceritakan bahwa selama menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai –dengan uang sekarang– 31 triliun dolar Amerika (setara Rp505 kuadriliun, red.). Produksi domestik bruto kita sekarang 1,5 triliun dolar (setara Rp24,4 triliun). Berarti kekayaan yang diambil dari bangsa Indonesia sama dengan mungkin 18 kali produksi bangsa Indonesia, 18 kali GPD kita, atau sama dengan kurang lebih 140 tahun anggaran kita. Dan selama menduduki Indonesia, Belanda menikmati GPD per kapita nomor satu di dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam salinan pidatonya, dilansir laman resmi Sekretariat Negara, Rabu (11/6/2025).
Namun, Presiden Prabowo tak menguraikan lebih jauh riset yang dikutipnya. Atau setidaknya, riset periode kapan. Apabila dikaitkan dengan fakta historis, pernyataannya bisa melenceng dari kebenaran. Terlebih, beberapa waktu belakangan terdapat keraguan bahwa bangsa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Sebab, hitungan itu diambil dari awal kedatangan bangsa Belanda, yakni ekspedisi De Houtman Bersaudara pada 1596.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















