top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Seperti Apa Pola Makan Orang-orang di Masa Lalu?

Orang-orang di masa lalu terbiasa makan dua kali sehari. Revolusi Industri mengubah kebiasaan makan menjadi tiga kali sehari.

5 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sejumlah orang tengah menyantap makan malam, 1950-an. (Walter Blum/geheugen.delpher.nl).

  • 6 Jan 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

KEBIASAAN makan tiga kali sehari tentu tak asing bagi orang-orang di masa kini, meski tak semua mengikuti pola makan tersebut. Sarapan, makan siang, dan makan malam membentuk pola makan untuk menopang aktivitas sehari-hari. Namun, jika melihat kehidupan masyarakat di masa lalu, waktu makan tidak diatur secara khusus. Kebiasaan menyantap hidangan di waktu-waktu tertentu umumnya dilakukan oleh orang kaya dan bangsawan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Bertumbuh di Jawa membuatnya punya kerinduan besar pada kampung halaman. Adanya  tawaran berpadu kenekatannya membawa George Reuneker memilih desersi demi mudik.
Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Seperti apa sebetulnya dukungan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia yang sampai diperdebatkan ilmuwan dan pegiat media sosial beberapa waktu lalu?
Senjakala Telenovela

Senjakala Telenovela

Meski menuai pro-kontra, telenovela tetap menguasai tayangan televisi Indonesia. Kejayaan opera sabun Amerika Latin ini berakhir karena penonton jenuh dan beralih ke drama Mandarin dan Korea.
bottom of page