- 6 Jan 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 31 Des 2025
KEBIASAAN makan tiga kali sehari tentu tak asing bagi orang-orang di masa kini, meski tak semua mengikuti pola makan tersebut. Sarapan, makan siang, dan makan malam membentuk pola makan untuk menopang aktivitas sehari-hari. Namun, jika melihat kehidupan masyarakat di masa lalu, waktu makan tidak diatur secara khusus. Kebiasaan menyantap hidangan di waktu-waktu tertentu umumnya dilakukan oleh orang kaya dan bangsawan.
Dulu, kebanyakan orang terbiasa makan dua kali sehari. Menurut sejarawan Caroline Yeldham sebagaimana dikutip dari artikel “Breakfast, lunch and dinner: Have we always eaten them?” termuat di BBC News Magazine, 15 November 2012, orang Romawi kuno bahkan hanya makan satu kali di siang hari. Menyantap hidangan di pagi hari justru menjadi hal yang tidak disukai.
“Orang Romawi percaya bahwa makan hanya satu kali sehari itu lebih sehat. Mereka terobsesi dengan proses pencernaan yang optimal dan makan lebih dari satu kali dianggap sebagai bentuk kerakusan. Pemikiran ini berdampak pada cara orang makan untuk waktu yang sangat lama,” sebut Yeldham.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















