top of page

Dari Buaya Keroncong hingga Buaya Darat

Banyak orang mengenal Tan Tjeng Bok sebagai seniman serba bisa. Kesuksesan pula yang membuat hidup melarat di usia senja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Tjeng Bok (1899-1985) (Micha Rainer Pali/Historia).

  • 27 Mar 2012
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 28 Des 2025

BAGI penikmat dunia hiburan tanah di zaman baheula, namanya tentu tak asing lagi. Dia tergolong artis serba-bisa. Menyanyi. Berakting. Tampil di atas panggung. Padahal kariernya dimulai dari seorang kacung dalam sebuah rombongan sandiwara di Bandung, melakukan pekerjaan menyapu hingga membersihkan alat musik.


Tan Tjeng Bok masih berumur 13 tahun kala itu. Di rombongan sandiwara De Goudvissen ini, dia tak mendapat gaji. Hanya makannya ditanggung. Imbalan paling berarti baginya adalah alunan suara dari sang penyanyi pujaan Ben Oeng (Beng). Tjeng Bok memendam hasrat pada dunia tarik suara.


Tak dinyana, keberuntungan datang padanya. Beng berhalangan tampil, dia pun didapuk untuk menggantikannya. Walau cuma dibekali latihan kilat, penampilan perdananya tergolong sukses. Modal ini membuatnya percaya diri untuk bergabung dengan grup keroncong Hoot Visen. Tjeng Bok juga mulai kerap mengikuti kontes nyanyi keroncong. Karena sering keluar sebagai juara, dia pun dikenal sebagai “buaya keroncong” di Bandung. Dia menapak karier di dunia hiburan, sekalipun ayahnya tak merestui.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page