top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ziarah Sejarah ke Petamburan (3-Habis)

Tan Tjeng Bok dikenal sebagai aktor tiga zaman. Sempat menjadi seniman dengan bayaran tertinggi. Akhir hayatnya memprihatinkan hingga dimakamkan di TPU Petamburan.

27 Des 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Penulis di makam Tan Tjen Bok di TPU Petamburan. (Martin Sitompul/Historia.ID).

  • 28 Des 2025
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 14 Jan

DARI makam Johan Kepler Panggabean, kita berjalan terus ke pengujung belakang TPU Petamburan, terdapat blok makam Tionghoa. Di salah satu deretan, tersua makam Tan Tjeng Bok. Meski tak megah, keterangan pada nisannya menarik perhatian. Di bagian atas nisan, terukir tanda salib yang diapit dua sosok malaikat. Bagian selanjutnya menjelaskan siapa sosok yang dimakamkan.


“Aktor Tiga Zaman. Telah Pulang ke Rumah Bapak di Surga. Lahir 04 Juni 1900. Wafat 15 Februari 1985. Tan Tjeng Bok (Pak Item),” demikian keterangan pada nisan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page