- 21 Apr 2023
- 4 menit membaca
MAAF adalah kata kunci yang paling sering diucapkan dalam perayaan lebaran. Dengan kata itu, orang-orang yang terpisahkan jarak berjumpa satu sama lain. Mereka yang merayakannya tergerak untuk berduyun-duyun pulang ke kampung halaman, menggenapi diri menjadi yang fitrah. Bagi umat muslim di Indonesia, lebaran adalah festival kultural tahunan yang paling meriah yang menyatukan segala perbedaan: golongan, bahasa, etnis, ras, dan bahkan perbedaan agama.
Saat lebaran mereka yang abangan, santri maupun priayi –meminjam tipologi antropolog Clifford Geertz– tanpa berat hati mengucapkan maaf, baik untuk segala kesalahan yang diperbuat antarmanusia maupun sekadar terucap sebagai bagian dari ritual merayakan lebaran. Semua terlihat seperti setara, tanpa sekat dan membaur tak berbatas. Konsep maaf yang terdengar teoretis seperti forgive but not forget atau forget but not forgive tak lagi dihiraukan. Pokoknya maaf deh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















