top of page

Rekor Langka Mempertahankan Trofi Piala Dunia

Argentina mesti menelan pil pahit di partai pamungkas. Hingga kini, baru Italia dan Brasil yang sanggup back-to-back juara Piala Dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wajah lesu Lionel Messi dkk. gagal back-to-back juara Piala Dunia (fifa.com)

  • 21 Jul
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

AIR tenang menghanyutkan, kata pepatah. Meski di awal turnamen sempat diragukan, Spanyol konsisten melewati lawan-lawannya hingga di final. Sebutir gol dari Ferran Torres berhasil menekan tombol “mute” fans dan pendengung Argentina. Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 sekaligus menggagalkan Lionel Messi dkk. untuk mempertahankan trofi Piala Dunia yang mereka raih pada 2022.


Berbeda halnya dengan Argentina yang sedari awal turnamen sudah diunggulkan untuk juara dua kali berturut-turut. Di final yang dimainkan di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026), selama dua kali waktu normal dan dua kali waktu tambahan, Argentina hanya jadi “ayam” yang dikurung pemain-pemain Spanyol hingga laga berkesudahan 1-0 buat La Furia Roja.


“Spanyol tim yang lebih baik; itulah yang sebenarnya. Kami tahu cara untuk menang dan kami juga sudah tahu bagaimana untuk kalah. Hari ini kami menunjukkan itu. Kami kalah dan harus menerimanya,” kata entrenador Argentina Lionel Scaloni, dilansir laman FIFA, Minggu (19/7/2026).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
transparant.png
bottom of page