- 10 Jul 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Mar
SETAHUN setelah Indonesia merdeka, Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu, 3 November 1946. Pada Hari Raya Kurban itu, Panglima Besar Jenderal Soedirman tengah berada di Jakarta untuk mengikuti perundingan gencatan senjata.
Jenderal Soedirman berkesempatan melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Gambir, Jakarta, yang dihadiri ribuan umat Islam dari Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Mereka tidak gentar terhadap kemungkinan Belanda akan melakukan tindakan represif seperti penangkapan, penahanan, dan penganiayaan.
“Perjalanan Pak Dirman pertama ke Jakarta gagal, akan tetapi perjalanan yang kedua kalinya merupakan a blessing in disguise (rahmat Allah Swt. yang tersembunyi). Pak Dirman dapat melakukan salat Idul Adha bersama rakyat Jakarta. Di sini masyarakat merasakan kebesaran Allah Swt. yang memberkati perjuangan bangsa Indonesia,” kata Letjen (Purn.) Tjokropranolo dalam Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman: Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia. Tjokropranolo adalah mantan pengawal Jenderal Soedirman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















