- 25 Apr 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
PADA suatu hari di zaman dahulu, Putri Rumimoto alias Lumimuut mesti menyeberangi lautan demi mencapai sebuah tempat. Maka, dengan kawalan Panglima Tumura alias Toar dan pasukannya, Lumimuut pun mengarungi lautan.
Ombak sedang besar dan arus laut begitu kuat saat itu karena badai sedang “pentas”. Nahas pun tak bisa ditolak. Lumimuut beserta para pengawalnya hanyut dibawa ombak ke arah selatan. Mereka akhirnya menemukan sebuah pulau yang dinamakan Luzon dan Luzon Baru. Pulau Luzon kemungkinan Pulau Luzon yang di Filipina. Pulau Luzon Baru itu disebut pula sebagai Molusan.
“Moluson kemudian disebut Malesung oleh keturunannya,” tulis A.E. Sinolungan di artikelnya di Majalah Maesan nomor 10, September 1986, hingga ada istilah zaman Malesung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












