top of page

28 November 1827

1827
Sasradilaga (ipar Pangeran Diponegoro) berhasil menguasai kota Rajegwesi (ibukota Kabupaten Jipang).

28 November 1928

1928
Persija Berdiri, klub awalnya bernama Voetbalbond Boemipoetera (VBB). Pertikaian sejumlah pengurusnya kemudian membuat klub itu “cerai” dari Voetbalbond Batavia en Omstraken yang didukung pemerintah Hindia Belanda dan berganti nama jadi Voetbal Indonesische Jacatra (VIJ) pada 30 Juni 1929.

28 November 1948

1948
Mohammad Hatta, Hidajat Martaatmadja (Panglima Komandemen Sumatra), Alex Kawilarang, Ferdinand Lumban Tobing (Residen Tapanuli), dan Mayor Bejo (Laskar Harimau Liar) berkumpul urun rembug guna mengatasi keributan di Tapanuli.

28 November 1957

1957
Sukarno dan Kishi menandatangani perjanjian kerjasama. Menurut Nishihara, di buku yang sama, perjanjian yang baru diumumkan pada 8 Desember 1957 itu berisi bantuan pembangunan dari Jepang untuk Indonesia sebesar 400 juta dolar Amerika dan tambahan pampasan perang dengan nominal serupa.

28 November 1960

1960
Hamengkubuwono IX dan A.H Nasution bertemu secara pribadi, kemudian merumuskan pembagian tugas antara Bapekan dan Paran. Bapekan fokus mengawasi dan meneliti, sedangkan Paran meretul aparatur yang tak berdaya guna.

28 November 1946

1946
Letan Kolonel Suroto Kunto hilang secara misterius di Warungbambu, Karawang. Diduga ia dan beserta kepala stafya Mayor Adel Sofyan serta dua pengawalnya, Kopral Muhajar, dan Murod diculik dan dibuntuh oleh kelompok Laskar Rakyat Djakarta Raja (LRDR).
loading
bottom of page