top of page

19 September 1671

1671
Orang- orang Makassar berkunjung ke pelabuhan Banten di bawah pimpinan Karaeng Montarharamo dan Raja Lubo dari Mandar.

19 September 1677

1677
Amangkurat II tiba di bandar Jepara. Amangkurat II tetap akan meminta bantuan kepada Kompeni , Kedatangan Sunan yang masih muda ini mengejutkan Speelman , tetapi juga menyenangkan.

19 September 1806

1806
Britania Raya kembali menduduki Tanjung Harapan menyusul kemenangan dalam Pertempuran Blaauwberg atas pengikut Prancis, Republik Batavia. Menetapkan pemerintahan Inggris di Afrika Selatan.

19 September 1945

1945
Sekelompok orang di Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman mengibarkan bendera Belanda di puncak Hotel Yamato di Jalan Tunjungan Surabaya. Hal itu memicu 'Insiden bendera berdarah' yang terkenal dalam sejarah revolusi '45 di Surabaya dan menjadi salah satu dorongan bagi meluapnya tindakan revolusioner arek-arek Surabaya.

19 September 1947

1947
Dalam Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Zein Hassan menyebut pengakuan Afghanistan dimuat dalam harian Al-Ahram, yang menyiarkan “Pemerintah Afghanistan telah mengakui Republik Indonesia dan telah mengawatkan kepada dutanya di Washington DC supaya menyampaikan kepada Dr. Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia.”

19 September 1953

1953
Daud Beureueh dan para pengikutnya di Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat di Jakarta dan memperoleh dukungan dari orang-orang Aceh yang menjadi pegawai pemerintah dan tentara.

19 September 1945

1945
Berlangsungnya rapat raksasa di Lapangan Ikada yang memeprtemukan pemerintahan Indonesia yang diwakili oleh Presiden Sukarno, Moh.Hatta, dan sejumlah menteri dengan rakyat Indonesia. Tujuannya agar para pemimpin negara bisa berhadapan dan berbicara langsung di depan rakyat.
loading
bottom of page