Mejelang pecah Perang Jawa (1825-1830), Diponegoro melakukan perjalanan ziarah ke beberapa gua di sekitar sisi selatan Yogyakarta. Berolah batin dan "berkomunikasi" dengan leluhur.
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Komentar