top of page

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dulu dan Kini

Pasang-surut badan kesejarahan angkatan laut. Dibuat, dilikuidasi, dihidupkan kembali untuk menanamkan jiwa bahari.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gedung Laksamana Muda Mas Pardi yang jadi kantor pusat Dinas Sejarah Angkatan Laut (Fernando Randy/Historia)

  • 29 Mar 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 3 Jul

BANGUNAN bertembok putih di Jalan Raden Saleh Raya Nomor 11, Jakarta Pusat itu bertopang pilar-pilar megah. Setelah melewati pintu besar model lawas, kita disuguhi beragam miniatur dan memorabilia kemiliteran maritim dari era Majapahit hingga masa modern.


Galeri Museum Jalesveva Jayamahe itulah yang jadi etalase Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarhal) untuk mengenalkan historiografi TNI AL kepada publik. Di sebelah patung Laksamana Muda Mas Pardi, sebuah patung pria sedang menyandang pedang dan menyarungi keris tegap berdiri.


“Ini [patung] Jaladhimantri Nala. Jaladhimantri itu seperti laksamana,” tutur Kepala Disjarhal Laksamana Pertama TNI Supardi kepada Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page