top of page

Gerakan Menentang Pembangunan TMII

TMII salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Pernah ditentang sangat keras oleh mahasiswa, seniman, dan intelektual.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wahana Bioskop 3 Dimensi Keong Mas di TMII. (Hendaru Tri Hanggoro/Historia.ID).

24 Nov 2018
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Mar

MENJELANG pengujung 1971, Ibu Tien Soeharto menyita perhatian masyarakat. Dia mengumumkan rencana pembangunan Miniatur Indonesia Indah (MII), sebuah taman besar representasi kebudayaan dari 26 provinsi di Indonesia. Dia memperkirakan pembangunan MII akan berbiaya Rp10,5 miliar.  


Pengumuman Ibu Tien bikin bingung masyarakat. Sebab sebelum Ibu Tien mengumumkan rencana pembangunan MII, Presiden Soeharto, sekaligus suami Ibu Tien, berpidato tentang anjuran hidup prihatin. “Jangan melakukan pemborosan-pemborosan, karena sebagian besar rakyat masih hidup miskin,” kata Soeharto, dikutip Mahasiswa Indonesia, 5 Desember 1971.


Soeharto juga menekankan bahwa segala rencana pembangunan hendaknya berlandas pada skala prioritas. “Marilah kita menggunakan dana dan kemampuan yang kita miliki sekarang hanya bagi usaha-usaha yang perlu dalam rangka mencapai kemajuan,” lanjut Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
transparant.png
bottom of page