- 14 Nov 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
IBARAT butterfly effect, kemenangan Zohran Kwame Mamdani di Pemilihan Walikota New York 2025 berimbas lintas benua dari Amerika Serikat ke Asia. Indonesia bahkan masyarakatnya via aneka platform media sosial mensyukuri kemenangannya di tengah gencarnya Islamofobia, diskriminasi, dan rasisme yang kembali terjadi. Zohran sebagai calon walikota dengan latar belakang minoritas bisa unggul dari dua lawannya yang di-endorse penguasa dan oligarki.
Dengan program-programnya yang “sosialis” dan merakyat dan cara-caranya yang unik ketika menghadapi black campaign yang berbau Islamofobia dari lawan-lawannya, Zohran menuai suksesnya. Pada pemilihan walikota di kota keuangan di Amerika pada Rabu (4/11/2025), hasilnya Zohran mendapatkan 1.036.051 suara (50,4 persen), membawahkan Andrew Cuomo sebagai calon independen (dengan 854.995 suara atau 41,6 persen) dan Curtis Sliwa dari Partai Republik (146.137 suara atau 7,1 persen).
Maka jadilah Zohran walikota New York terpilih. Ia akan dilantik pada 1 Januari 2026. Zohran menjadi walikota New York pertama keturunan India dan beragama Islam. Di usia 34 tahun, ia juga tercatat jadi walikota New York termuda kedua setelah Hugh John Grant –juga dari Partai Demokrat– pada 1889-1892 yang kala itu berusia 30 tahun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












