top of page

Jenderal Nasution Setelah Pensiun

Berkaos oblong dan lebih sering pakai sarung, bahkan pernah pinjam sepatu ajudan. Selain sulit secara ekonomi, dipersulit juga secara politik. Kisah Jenderal Nasution setelah pensiun.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution di masa tua. (Berita Yudha, 14 Juni 1997).

28 Apr 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

SERAGAM militer Angkatan Darat lengkap dengan empat bintang berjajar di pundaknya telah ditanggalkan Jenderal Abdul Haris Nasution sejak pensiun dari TNI. Tidak seperti sindrom jenderal kebanyakan, yang masih berlagak jenderal meski telah pensiun, Nasution sehari-hari malah lebih sering tampil sederhana pakai kaos oblong dan sarung. Begitulah Pak Nas –panggilan akrabnya– yang nyaris tak pernah pakai seragam militer lagi walau menghadiri acara di lingkup TNI tatkala status purnawirawan melekat pada dirinya pada 1972. Pun demikian kalau kedatangan tamu penting di rumahnya, Nasution seolah cuek saja.


“Misalnya saat menemui Menristek BJ Habibie, mantan Kassospol TNI Letjen TNI (Purn.) Harsudiono Hartas yang justru berpakaian jas dan seragam, Pak Nas tetap hanya berkaos dan sarungan,” diwartakan Berita Yudha, 5 Oktober 1997.


Namun, ketika menjadi undangan kehormatan dalam serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI R. Hartono ke Jenderal TNI Wiranto pada 13 Juni 1997, Nasution datang mengenakan seragam hijau AD berikut empat bintang di pundak. Kehadiran Nasution sontak jadi buruan wartawan. Dia mengatakan, terakhir kali dirinya mengenakan seragam hijau itu adalah saat serah terima jabatan KSAD dari Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar ke Jenderal TNI Hartono pada 1995.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Profesi penukar uang di Nusantara telah ada sejak zaman kerajaan. Pekerjanya biasanya perempuan.
Profesi penukar uang di Nusantara telah ada sejak zaman kerajaan. Pekerjanya biasanya perempuan.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page