top of page

KAA Kukuhkan Eksistensi Bangsa Asia-Afrika

Setelah dihelat di Bandung pada 1955, Konferensi Asia Afrika tak berhenti begitu saja. "Spirit" Bandung terus menginspirasi solidaritas antarbangsa Asia-Afrika sampai saat ini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno berpidato dalam pembukaan Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka, Bandung, 18 April 1955. (ANRI).

22 Apr 2025
5 menit membaca

TAK jauh dari Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di kawasan Braga, Bandung, kita dapat melangkah sejenak ke Jalan Palestina (Palestine Walk). Ujung sebelah utara Jalan Palestina akan membawa kita tiba di Tugu Asia Afrika. Meski hanya jalur pedestrian, orang-orang suka mengabadikan momen dengan berfoto ketika melintas di Jalan Palestina. Ia menjadi istimewa karena di balik namanya tersisip muatan dan pesan sejarah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page