top of page

Gagalnya Konferensi Asia-Afrika Kedua

Sukses sebagai tuan rumah, Indonesia menyerukan penyelenggaraan KAA kedua. Namun, KAA kedua gagal karena konflik Cina-India dan Cina-Soviet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para delegasi hadir dalam rapat yang membahas tentang seksi ekonomi selama Konferensi Asia-Afrika 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. (UNESCO/Wikimedia Commons).

22 Apr 2025
5 menit membaca

KONFERENSI Asia-Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada 18–24 April 1955 dipandang sebagai pertemuan besar pertama yang berhasil digelar setelah Perang Dunia II. Sebanyak 29 delegasi dari Asia dan Afrika hadir dalam kongres internasional tersebut. Perhatian publik dunia pun tertuju kepada Indonesia yang sukses menjadi tuan rumah. Konferensi yang disponsori oleh pemerintah Indonesia, Burma (kini Myanmar), Ceylon (kini Sri Lanka), India, dan Pakistan itu menjadi ajang bagi negara-negara baru atau gerakan nasionalis di Asia dan Afrika untuk mengupayakan sebuah aktivisme Dunia Ketiga yang menyerukan kebebasan, kemerdekaan, dan perdamaian di tengah perebutan hegemoni antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang memicu Perang Dingin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
transparant.png
bottom of page