- 22 Apr 2025
- 5 menit membaca
KONFERENSI Asia-Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada 18–24 April 1955 dipandang sebagai pertemuan besar pertama yang berhasil digelar setelah Perang Dunia II. Sebanyak 29 delegasi dari Asia dan Afrika hadir dalam kongres internasional tersebut. Perhatian publik dunia pun tertuju kepada Indonesia yang sukses menjadi tuan rumah. Konferensi yang disponsori oleh pemerintah Indonesia, Burma (kini Myanmar), Ceylon (kini Sri Lanka), India, dan Pakistan itu menjadi ajang bagi negara-negara baru atau gerakan nasionalis di Asia dan Afrika untuk mengupayakan sebuah aktivisme Dunia Ketiga yang menyerukan kebebasan, kemerdekaan, dan perdamaian di tengah perebutan hegemoni antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang memicu Perang Dingin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












