- 14 Jul 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Jun
PADA 19 Juni 1965 dini hari yang sepi terdengar berondongan senapan mesin, mungkin ke udara. Deru panser bergerak membawa tentara yang bertugas memutus semua kawat telepon yang terhubung ke istana presiden. Pasukan bersenjata menyerbu istana dan membawa Presiden Aljazair Ahmed Ben Bella yang sedang tertidur lelap. Gerakan militer itu hanya berlangsung sepuluh menit.
Sejak saat itu berakhirlah kekuasaan Ben Bella. Dia dikudeta oleh Kolonel Houari Boumediene, Panglima Tentara Pembebasan Aljazair. Alasannya Ben Bella berkuasa dengan sewenang-wenang, seorang diktator yang meninggalkan dasar musyawarah.
Tidak ada perlawanan dari penjaga istana maupun pasukan lain. Setelah itu pun tidak ada perlawanan. Ini membuktikan semua pasukan telah dikuasai Boumediene. Kudeta itu terjadi kurang dari sepekan sebelum Konferensi Asia Afrika II dimulai di ibu kota Algier. Boumediene menjamin KAA II akan tetap diselenggarakan sesuai rencana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















