- 15 Feb 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 Apr
PADA 11 Februari 2020, harian Washington Post, stasiun televisi Jerman ZDF, dan stasiun televisi Swiss SRF, merilis laporan hasil penyelidikan terhadap Crypto AG di Swiss, perusahaan komersial yang menawarkan jasa menjaga kerahasiaan data.
Ternyata, secara diam-diam, CIA (Dinas Intelijen Amerika Serikat) dan BND (Dinas Intelijen Jerman), selama puluhan tahun melakukan pengintaian terhadap negara-negara di seluruh dunia yang menggunakan jasa Crypto AG. Mulai dari pasca Perang Dunia II hingga kini, lebih dari 120 negara menggunakan perangkat pengkodean komunikasi Crypto AG.
Voaindonesia.com melaporkan bahwa pemerintahan negara-negara itu tidak mengetahui bahwa Crypto AG secara diam-diam dimiliki oleh CIA dan BND. Dw.com menyebut kepemilikan CIA dan BND di perusahaan itu disamarkan sedemikian rupa sehingga tidak diketahui publik. Hingga otoritas Swiss menginvestigasi dugaan bahwa Crypto AG hanyalah perusahaan terselubung yang dioperasikan CIA dan BND.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















