- 17 Jan 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
PEMERINTAH Indonesia dan peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) terkejut mendengar kabar pesawat Kashmir Princess yang ditumpangi delegasi China kecelakaan. Pesawat carteran milik Air India itu meledak dan mendarat di laut Kepulauan Natuna. Korbannya 16 orang tewas dan tiga selamat.
Konferensi yang sudah dipersiapkan dengan matang itu tetap harus berjalan. Akhirnya, mereka dapat bernapas lega karena Perdana Menteri Republik Rakyat China Zhou Enlai tidak berada dalam pesawat nahas itu. Zhou mengetahui rencana pembunuhan itu. Dia mengubah rencana dan rute perjalanannya. Sehingga dia selamat dan dapat menghadiri KAA di Bandung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












