- 17 Jan 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
PEMERINTAH Indonesia dan peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) terkejut mendengar kabar pesawat Kashmir Princess yang ditumpangi delegasi China kecelakaan. Pesawat carteran milik Air India itu meledak dan jatuh di laut Kepulauan Natuna. Enam belas orang tewas dan tiga selamat.
Konferensi yang sudah dipersiapkan dengan matang itu tetap harus berjalan. Akhirnya, mereka dapat bernapas lega karena Perdana Menteri Republik Rakyat China Zhou Enlai tidak berada dalam pesawat nahas itu. Zhou mengetahui rencana pembunuhan itu. Dia mengubah rencana dan rute perjalanannya. Sehingga dia selamat dan dapat menghadiri KAA di Bandung.
Komisi penyelidikan yang dibentuk pemerintah Indonesia menyimpulkan penyebab kecelakaan adalah bom waktu jenis detonator MK-7 buatan Amerika Serikat yang dipasang di roda depan bagian kanan pesawat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















