top of page

Banyak Negara Afrika Merdeka Pasca-KAA

Beberapa negara Afrika yang merdeka pada 1950-an terlecut "Bandung spirit" usai KAA. Indonesia ikut aktif membantu sebagian di antaranya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kojo Botsio, Menteri Negara sekaligus anggota Legislative Assembly of the Gold Coast (kini Ghana), saat memimpin delegasi negerinya di KAA 1955. (Repro Asian-African Conference Bulletin).

19 Apr 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Des 2025

GAUNG perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika masih kencang setahun setelah Konferensi Asia Afrika dihelat di Bandung tahun 1955. Di kota yang sama, pada 1956 diadakan Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika. Muhamad Benyahya dan Lakhdar Brahimi datang mewakili organisasi bernama Front de Liberation Nationale (FLN) alias Front Pembebasan Nasional dari Aljazair, yang masih bagian dari Republik Perancis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page