top of page

Peran Indonesia dalam Kemerdekaan Aljazair

Solidaritas pembebasan bangsa Asia-Afrika dari kolonialisme mendorong Indonesia getol membantu kemerdekaan Aljazair.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika di Gedung Merdeka, Bandung. (ANRI).

27 Apr 2021
4 menit membaca

PADA akhir Mei 1956, Mohammed Benyahia dan Lakhdar Brahimi pergi dari Paris ke Bandung. Kedua pemuda Aljazair itu adalah anggota dari Union Générale des Etudiants Musulmans Algériens (UGEMA), organisasi aktivis mahasiswa yang memiliki koneksi dengan organisasi revolusioner Aljazair, Front de Libération Nationale (FLN). Benyahia baru saja memulai kariernya sebagai pengacara, sementara Brahimi adalah mahasiswa ilmu politik di Paris. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari karier dan sekolah demi mencurahkan waktu dan tenaga untuk perjuangan kemerdekaan Aljazair dengan pergi ke Bandung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page