top of page

Sejarah Indonesia

Membebaskan Tjakrabirawa Di

Membebaskan Tjakrabirawa di Aljazair

Konferensi Asia Afrika II gagal digelar di Aljazair karena gedungnya diledakkan. Advanced team Resimen Tjakrabirawa sempat ditahan pemerintahan baru Aljazair.

10 November 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Aljazair Ahmed Ben Bella saat bertemu Fidel Castro dan Che Guevara di Havana, Cuba, 20 Oktober 1962. (Wikimedia Commons).

Diperbarui: 7 Agu

KONFERENSI Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 18–24 April 1955 menjadi pendorong yang kuat bagi kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika. Setelah berjuang sejak 1954, Front Pembebasan Nasional (FLN) Aljazair dapat merebut kemerdekaannya dari Prancis pada 5 Juli 1962. Ahmed Ben Bella diangkat menjadi presiden Aljazair pada 1963.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Neraka di Ghetto Cideng

Neraka di Ghetto Cideng

Jepang menyatakan Kamp Cideng sebagai ghetto “terlindungi”. Kenyataannya, hidup para interniran seperti di neraka.
S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.
S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.
Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Dari pelatih sepakbola Timnas Indonesia Toni Pogacnik hingga pembalap Hengky Iriawan. Sejumlah pahlawan olahraga yang mewarnai sejarah Indonesia dimakamkan di TPU Petamburan.
S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

Sikap politik S.K. Trimurti bersinggungan dengan tiga tokoh kiri terkemuka Republik: Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan Musso.
bottom of page