- Randy Wirayudha

- 13 Sep 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
PEMBUNUHAN Ayşenur Ezgi Eygi, warga negara Amerika Serikat (AS) berdarah Türkiye, di Palestina oleh tentara zionis Israel tak ditanggapi serius oleh pemerintah AS. Sesumbar yang pernah diucapkan Presiden Joe Biden perihal konsekuensi balasan jika ada yang menyakiti orang Amerika pun jadi omong kosong belaka.
Mengutip laman resmi Gedung Putih, 2 Februari 2024 lewat, Presiden Biden menyatakan hal itu dalam pernyataan resminya dalam masa serangan balasan AS terhadap titik-titik milisi di Irak dan Suriah yang disokong Iran. Serangan itu merupakan respons usai tiga serdadu Amerika tewas di Yordania oleh sebuah drone yang diluncurkan milisi-milisi bersenjata yang didukung Iran.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












