- 26 Feb 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
PERANG DUNIA II menandai awal pentingnya kekuatan udara sebagai penentu sebuah pertempuran. “Superioritas udara udara adalah ekspresi puncak dari kekuatan militer,” kata Perdana Menteri (PM) Inggris Winston Churcill di masa Perang Dunia II. Churchill berkaca dari pengalaman ketika Angkatan Udara (AU) Inggris RAF harus adu kuat memperebutkan superioritas udara dengan Luftwaffe, di mana AU Jerman itu reborn tepat hari ini, 26 Februari, pada 90 tahun lampau lewat dekrit yang dikeluarkan Adolf Hitler.
Jika hari ini Rusia dan Amerika Serikat yang bersaing memperebutkan supremasi dan superioritas udara dengan aneka alutsista generasi ke-5, pada 1930-an Inggris dan Jermanlah aktor utama yang berebut kuasa di udara. Jerman di bawah rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler sempat mencapainya dengan melahirkan kembali dan mereformasi matra udara meski hanya dalam waktu singkat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















