- 20 Des 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 9 Jul
SUPERIORITAS udara acapkali jadi kunci memenangi dominasi strategis akan suatu target militer. Superioritas itu bisa diraih lewat pesawat tempur multifungsi yang andal.
Di era modern, pesawat tempur multifungsi senantiasa jadi tulang punggung matra udara suatu negara. Inggris punya pesawat De Havilland Mosquito pada 1940, Amerika baru memiliki F-4 Phantom II pada 1958, lalu diikuti sejumlah negara maju lain seperti Rusia dengan MiG-29 dan Sukhoi Su-30, dan Prancis dengan Dassault Rafale-nya –yang 18 unit di antaranya sedang dipesan Indonesia usai kesepakatan kontraknya rampung pada Agustus 2023.
Namun, Jerman jadi yang terdepan dalam hal pesawat multifungsi ini –sebagaimana dalam teknologi militer lainnya– dengan pesawat Junkers Ju 88. Hari ini, 21 Desember, merupakan 87 tahun pesawat tersebut melakoni uji terbang perdananya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















