top of page

Media Massa Murba

Partai Murba disuarakan oleh banyak media massa. Partai juga memiliki penerbitan untuk menerbitkan karya-karya Tan Malaka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka dan karyanya, Gerpolek.

12 Des 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Mar

SEBELUM Partai Murba didirikan, para pengikut Tan Malaka berjibaku menyediakan corong bagi suara mereka. Malelo Siregar, pengikut Tan Malaka dan pendiri Partai Rakjat yang kemudian berfusi menjadi Partai Murba, memulainya dengan mingguan Murba yang terbit pada November 1947.  


“Untuk pertama kalinya kelompok Tan Malaka mempunyai surat kabarnya sendiri,” tulis Harry A. Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 3.


Pimpinan Pusat Sarekat Buruh Gula (SBG), organisasi yang bersimpati pada Tan Malaka, mengikutinya lewat Murba: Harian Merdeka untuk Murba yang nomor resminya keluar pada 1 Maret 1948. Sjamsu Harja Udaja menjadi redaktur utamanya. Tan Malaka dengan nama samaran A.R. Dasoeki menulis serangkaian tulisan yang menentang kebijakan pemerintah berunding dengan Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
transparant.png
bottom of page