- 12 Des 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 12 jam yang lalu
SEBELUM Partai Murba didirikan, para pengikut Tan Malaka berjibaku menyediakan corong bagi suara mereka. Malelo Siregar, pengikut Tan Malaka dan pendiri Partai Rakjat yang kemudian berfusi menjadi Partai Murba, memulainya dengan mingguan Murba yang terbit pada November 1947.
“Untuk pertama kalinya kelompok Tan Malaka mempunyai surat kabarnya sendiri,” tulis Harry A. Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 3.
Pimpinan Pusat Sarekat Buruh Gula (SBG), organisasi yang bersimpati pada Tan Malaka, mengikutinya lewat Murba: Harian Merdeka untuk Murba yang nomor resminya keluar pada 1 Maret 1948. Sjamsu Harja Udaja menjadi redaktur utamanya. Tan Malaka dengan nama samaran A.R. Dasoeki menulis serangkaian tulisan yang menentang kebijakan pemerintah berunding dengan Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











