- 9 Des 2024
- 9 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
DALAM pengap penjara Magelang, pada 31 Juli 1948, Tan Malaka menulis surat buat kawan-kawannya mengenai pandangan dan langkah Partai Rakyat. Dia menyebut menulis surat itu dengan “tergopoh-gopoh. Kalau-kalau merpati hinggap!” Tapi sejatinya surat itu ditulis beserta “kata sambutan” untuk memenuhi permintaan dari pengurus Partai Rakyat yang akan menggelar kongres pertama.
Tan menulis, kendati berdiri di atas lapangan (basis sosial) yang lebih luas ketimbang Partai Buruh Merdeka (PBM) dan Angkatan Communis Muda (Acoma), Partai Rakyat haruslah memakai pedoman yang jauh dan jelas. Tan mengusulkan kerjasama erat di antara partai-partai itu yang menentukan dan membatasi daerah kerja. Bahkan, dia mengusulkan kemungkinan fusi di antara semua partai murba umum seperti Partai Rakyat, Partai Rakyat Djelata, dan Partai Wanita Rakyat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















