- 4 jam yang lalu
- 3 menit membaca
ANDILAN bukan satu-satunya tradisi masyarakat Betawi untuk menyambut bulan suci Ramadan dan merayakan Lebaran. Tradisi lain yang masih terus dilestarikan adalah bleduran, sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.
Sejarah kemunculan bleduran memiliki beberapa cerita. Menurut budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, setidaknya ada dua kisah yang diyakini masyarakat sebagai awal mula lahirnya permainan tradisional ini.
“Salah satu dugaan orang itu sejarah bleduran berkaitan dengan nyanyian rakyat, ‘gamelan jegar jegur’ yang merujuk pada onomatope (kata dari tiruan bunyi). Jadi, dari onomatope itu kemudian orang menafsirkan bahwa di masa lalu permainan ini dimainkan sebagai bagian dari selamatan atau pesta rakyat,” kata Yahya saat ditemui tim Historia.ID di Lembaga Kebudayaan Betawi yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












