top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Awal mula munculnya bleduran terkait pesta rakyat, tetapi ada yang menyebut permainan ini terinspirasi dari meriam di benteng pertahanan Belanda.

14 Mar 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi bleduran, permainan tradisional masyarakat Betawi. (Ensiklopedi Jakarta: Culture & Heritage Volume 1).

  • 4 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

ANDILAN bukan satu-satunya tradisi masyarakat Betawi untuk menyambut bulan suci Ramadan dan merayakan Lebaran. Tradisi lain yang masih terus dilestarikan adalah bleduran, sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa. 


Sejarah kemunculan bleduran memiliki beberapa cerita. Menurut budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, setidaknya ada dua kisah yang diyakini masyarakat sebagai awal mula lahirnya permainan tradisional ini. 


“Salah satu dugaan orang itu sejarah bleduran berkaitan dengan nyanyian rakyat, ‘gamelan jegar jegur’ yang merujuk pada onomatope (kata dari tiruan bunyi). Jadi, dari onomatope itu kemudian orang menafsirkan bahwa di masa lalu permainan ini dimainkan sebagai bagian dari selamatan atau pesta rakyat,” kata Yahya saat ditemui tim Historia.ID di Lembaga Kebudayaan Betawi yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Bleduran, Permainan Tradisional Betawi di Bulan Ramadan

Awal mula munculnya bleduran terkait pesta rakyat, tetapi ada yang menyebut permainan ini terinspirasi dari meriam di benteng pertahanan Belanda.
Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Purnawarman Raja Tarumanagara yang Perkasa

Menilik silsilah dan penggambaran sosok Purnawarman dalam prasasti-prasasti Tarumanagara. Diidentifikasi dengan Dewa Wisnu dan jadi panji segala raja.
Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Dua pemimpin revolusi sosial melecehkan keluarga Kesultanan Langkat. Dianggap mencemarkan tujuan revolusi, kedua begundal itu dieksekusi mati.
Coolen and Christianity in Java

Coolen and Christianity in Java

Coolen spread Christianity in Java using wayang, a traditional Javanese puppet theatre. He acculturated Christian teachings with Javanese culture, creating a stark difference with Dutch Christianity.
Peternak Babi Pergi Gerilya

Peternak Babi Pergi Gerilya

Dengan pasukan kecil dan peralatan seadanya serta harus gantikan kaptennya yang dipancung, Mauritz Christiaan terus melawan tentara Jepang. Dalam kondisi lelah terus diburu Jepang.
bottom of page