top of page

Ledakan Mercon Blanggur saat Ramadan dan Lebaran

Orang Indonesia dulu menunggu ledakan mercon blanggur. Pertanda waktu buka puasa dan akhir puasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salat Idulfitri. (Tropenmuseum).

14 Jun 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

SAAT ini, kita dapat dengan mudah mengetahui waktu berbuka. Petujuk waktu seperti jam maupun pemberitahuan waktu berbuka datang dari berbagai saluran, dari media massa sampai masjid-masjid terdekat. Namun, orang Indonesia zaman dulu sangat menanti suara ledakan sebagai tanda berbuka puasa. Ledakan itu dari mecon besar di masjid-masjid.


R.D. Sadulah dalam roman Zuster Hayati menulis bahwa mengambil hasil kebudayaan bangsa lain yang berguna bagi kita diperbolehkan, “seperti mengambil hikmat dari kebudayaan mesiu Cina dalam bentuk mercon blanggur, itu boleh kita manfaatkan. Mercon blanggur sangat berguna bagi orang yang berbuka puasa di bulan Ramadan, sebagai tanda berbuka puasa. Tidak semua orang mempunyai jam atau alat pengukur waktu yang lain.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
transparant.png
bottom of page