- 13 Jun 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
SETELAH patung Edward Colston di Bristol, Inggris diceburkan ke sungai pada Minggu, 7 Juni 2020, perobohan patung yang melambangkan penjajahan pada bangsa kulit hitam terjadi di beberapa tempat dalam protes Black Lives Matter. Beberapa patung yang dirobohkan yakni patung King Leopold II di Belgia, Robert Milligan di London, Jefferson Davis di Virginia, Christopher Columbus di Minnesota; dua yang terakhir di Amerika Serikat. Daftar perobohan terus berlanjut.
“Sebetulnya, patungnya itu benda mati, tidak bersalah. Yang bermasalah itu konstruksi makna atas patung itu,” kata sejarawan UGM Budiawan, yang menulis buku Sejarah dan Memori, pada Historia.ID.
Sebuah patung dibuat untuk mengingatkan orang akan heroisme seorang tokoh sejarah. Makna yang direpresentasikan sebuah patung bergantung pada pembentukan wacana dominan seputar patung tersebut, dalam hal ini kisah sejarah mainstream yang sudah dilembagakan. Keberadaan patung sebagai pengingat beserta narasi yang dibangun kemudian menjadi ingatan bersama masyarakat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















