top of page

Menggulung Sejarah Molen

Odading Mang Oleh lagi viral. Makanan khas Bandung lain selain odading adalah molen. Ini asal-usulnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pisang molen. (palmia.co.id).

  • 16 Sep 2020
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 7 Mar

SELAIN odading, satu lagi makanan khas Bandung adalah molen. Seperti telah diketahui, odading mendapatkan namanya dari Bahasa Belanda: "o, dat ding". Begitu pula dengan molen, juga ada hubungan dengan makanan Belanda.


Dalam KBBI Daring, molen diberi definisi sebagai penganan yang terbuat dari pisang, nanas, nangka, dan sebagainya, dililit dengan lembaran adonan tepung, kemudian digoreng.


Dibanding odading, molen hadir belakangan, pada 1990-an, seperti terekam dalam karya sastra. Sastrawan Putu Wijaya dalam novelnya, Perang (1990), mengobrak-abrik pakem kisah pewayangan perang besar Baratayudha, dengan memasukkan unsur-unsur modern dan masa kini yang lagi digandrungi, di antaranya molen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page